SMK Kekurangan 100 Ribu Guru

Depdiknas Minta PT Pasok Mahasiswa

Upaya pemerintah menggenjot sekolah kejuruan ternyata belum dibarengi penambahan tenaga pendidik. Alhasil, saat ini SMK di seluruh Indonesia kekurangan sekitar 100 ribu guru. Jika persoalan tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan mutu pendidikan sekolah kejuruan merosot.

Karena itu. Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno mengundang para pemimpin perguruan tinggi (PT) di Depdiknas kemarin (19/1). Tujuannya, para PT bersedia menyuplai mahasiswanya yang mengikuti KKN (kuliah kerja nyata) agar mengajar di sckolah-sekolah kejuruan di berbagai daerah.

Berdasar hasil pertemuan itu, ada 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang bersedia mengajar di SMK. Mereka berasa] dari berbagai PTN maupun PTS. Di antaranya, Universitas Negeri Padang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Umka Widya Karya Malang, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPl).

Joko menjelaskan, saat ini total guru yang dimiliki sekolah kejuruan di seluruh Indonesia mencapai 200.000 orang. Dengan jumlah itu, perbandingan antara guru dengan murid adalah 140. Padahal. idealnya 130. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan 300.000 guru. “Karenaitu, akan terus kami upayakan. Selain perekrutan tenaga pendidik, kami menggandeng perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkatan PNS. Salah satu jalan keluarnya adalah menggandeng mahasiswa KKN. “Mahasiswa K.KN sekarang tidak harus selalu mengajar ditempat terpencil. Asalkan punya kompetensi mengajar, bisa mendidik di SMK,” ujarnya.

Kendati demikian, waktu mengajar mereka tidak lama. Yakni, hanya lima bulan. “Tapi, kalau secara kontinu, akan sangat membantu. Misalnya, jika waktu mengajar habis, langsung diisi lagi lima bulan oleh mahasiswa lain,” tuturnya.

Kekurangan tenaga pendidik itu terjadi karena pendirian SMK terus bertambah. Penambahan SMK di seluruh Indonesia dilakukan untuk menarik siswa agar memilih sekolah kejuruan. Maklum, pemerintah memiliki target membalik rasio siswa SMK dibanding SMA.

Komentar ditutup.