UI Bangun Pusat Penelitian Industri di Jababeka

Jakarta, Kominfo Newsroom — Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan perusahaan pengembang PT Jababeka Tbk akan membangun lembaga Pusat Penelitian Industri di kawasan Jababeka di Cikarang, Jawa Barat.

”Pusat penelitian industri ini berfungsi untuk melayani kebutuhan industri — khususnya yang ada di kawasan industri Jababeka — dengan cara mengembangkan inkubator bisnis yang potensial, mengarahkan hasil riset UI untuk komersialisasi serta melakukan program magang dan riset bersama,” kata Dirut PT Jababeka, SD Darmono di Depok, Jawa Barat, Selasa (20/1).

Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama tersebut dilakukan oleh SD Darmono dan Rektor UI Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri di kampus UI Depok, Selasa lalu (20/1).

Menurut rencana, pusat penelitian tersebut akan bertempat di kawasan terpadu ”Medical City”, salah satu kawasan yang baru dikembangkan di Jababeka dan fokus pada bidang kesehatan.

Pada kesempatan itu, Darmono menjelaskan bahwa dengan adanya kerjasama tersebut, maka UI dapat mengirimkan mahasiswanya untuk magang pada sekitar 1.400 perusahaan nasional dan multinasional yang mendirikan pabrik di Jababeka.

”Kerjasama ini juga mempermudah lulusan UI yang berminat untuk membangun inkubator bisnis di Jababeka,” kata dia.

Selain itu, UI juga dapat menawarkan proposal-proposal penelitiannya kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendapatkan pendanaan.

”Fakta menunjukkan kegiatan penelitian yang dilakukan perguruan tinggi dan lembaga penelitian sering berjalan sendiri-sendiri, tidak sinkron dengan apa yang dibutuhkan industri. Karena itu kami ingin UI bekerjasama dengan industri di Jababeka,” kata Darmono.

Sementara itu, Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri menyambut hangat kerjasama tersebut dengan menyatakan bahwa program itu menandai sebuah babak baru kolaborasi perguruan tinggi dan dunia industri dalam menciptakan produk-produk yang berguna bagi masyarakat luas.

”Industri dalam negeri yang tidak ditopang pasokan riset universitas dalam negeri, akan dapat terkikis di masa datang,” kata Gumilar.

Sumber : Antara News

Komentar ditutup.