Kompas Online : “Organisasi Keagamaan NU dan Muhammadiyah Perlu Kembangkan Diri Mengglobal “

Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah harus keluar dari rutinitas domestiknya dan mengembangkan diri menjadi organisasi Islam berskala global. Sebagai organisasi massa yang beranggotakan puluhan juta orang, nilai Islam yang damai dan penghargaan atas nilai lokal yang diusung kedua organisasi itu perlu disebarkan ke seluruh dunia.

Hal itu diungkapkan guru besar hubungan internasional Universitas Gadjah Mada, Amien Rais, dalam ”Halaqoh (Diskusi) Posisi dan Orientasi Harokah (Gerakan) Nahdliyyah di Tengah Gerakan Islam Global” di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Kamis (26/6). Pembicara lain adalah Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawy.

Sifat gerakannya yang lokal membuat pengaruh NU dan Muhammadiyah belum mampu bersaing dengan gerakan Islam dari Timur Tengah yang mendunia, seperti Ikhwanul Muslimin atau Hizbut Tahrir. Selama ini kedua ormas Islam Indonesia itu terlalu sibuk mengurusi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umat.

Kondisi itu membuat NU dan Muhammadiyah kurang menyikapi berbagai persoalan Islam secara global. Globalisasi yang ditopang kemajuan teknologi informasi kurang dimanfaatkan untuk menyebarkan pemikiran Islam damai ala Indonesia.

Kalaupun mereka bertindak, sikap itu umumnya kurang diperhatikan dalam percaturan politik internasional, baik oleh negara Muslim lain maupun dunia Barat. Karena itu, NU dan Muhammadiyah perlu fokus pada isu global yang menentukan masa depan agama.

Fariz Mehdawy menambahkan, negara-negara Arab tidak banyak mengetahui gerakan Islam Indonesia. Kendala bahasa dan jarak geografis membuat pola dan perkembangan pemikiran Islam Indonesia kurang dikenal.

Gerakan Islam dan Muslim di semua negara Islam menghadapi banyak persoalan lokal. Tiap-tiap gerakan Islam, termasuk yang ada di Timur Tengah, berpikir dalam konteks lokal mereka sendiri-sendiri.

Ia melanjutkan, kondisi itu diperparah dengan semakin melemahnya persatuan di antara umat Islam sendiri. Karena itu, penyatuan kembali umat Islam harus segara dilakukan. (Kompas online ; Jumat, 27 Juni 2008 )

Komentar ditutup.